Materi : Artificial
Neural Network
Jaringan syaraf, bersama
sistem pakar dan perangkat lunak, ternyata memberikan solusi persoalan dunia
industri, telekomunikasi dan informasi dengan berbagai aplikasi masa kini
maupun masa depan. Dalam bidang ilmu pengetahuan jaringan syaraf(neural
network) sudah sejak lama dibicarakan banyak orang. Mulai dikenal akhir tahun
1940-an, jaringan syaraf masuk dalam blok perkembangan teknologi komputer.
Meski begitu, anehnya perkembangan teknologi komputer itu pulalah yang jadi
penghambat berkembangnya ilmu jaringan syaraf. Lihat saja, meski riset dan
pengembangan teknologi komputer terus berjalan, jaringan syaraf kurang begitu
mendapat perhatian.
Ternyata kini neural
network dapat menjawab beberapa persoalan dunia telekomunikasi, industri maupun
informasi, yang tak terlintas sebelumnya. Dan melihat prospeknya di masa depan,
para ahli yang sangat fanatik pada model komputer digital konvensional, boleh
jadi berbalik menyesali diri. Jaringan syaraf adalah sistem pengolahan
informasi yang didasari fisolofi struktur perilaku syaraf makhluk hidup. Dengan
begitu, jaringan syaraf tak diprogram selayaknya mekanisme pada komputer
digital konvensional. Begitu juga dari segi arsitekturnya. Dalam arsitekturnya,
jaringan syaraf mempelajari bagaimana menghasilkan keluaran yang diinginkan
pada saat diberikan sekumpulan masukan. Proses ini dilakukan secara internal,
yaitu dengan memerintahkan sistem untuk mengidentifikasikan hubungan antar
masukan kemudian mempelajari respon tersebut. Dengan metoda pensintesisan
hubungan, jaringan syaraf dapat mengenal situasi yang sedang dan telah dijumpai
sebelumnya.
Berbeda dengan proses
internal, proses eksternal lebih tergantung pada aplikasinya. Sistem bisa
menggunakan umpan balik eksternal atau sinyal tanggapan yang diinginkan, untuk
membentuk prilaku jaringan. Ini disebut sebagai supervised learning. Dengan
cara lain, jaringan dapat membangkitkan sinyal tanggapan yang diinginkan
sendiri dalam skenario unsupervised learning. Latar belakang dikembangkannya
neural network, itu karena pada
pemrograman beberapa
aplikasi seperti image recognition(pengenalan citra), speech recognition(pengenalan
suara), weather forecasting(peramalan cuaca) ataupun permodelan tiga dimensi,
tak dapat dengan mudah dan akurat diterapkan pada set instruksi komputer biasa.
Atas dasar itu, maka diterapkan arsitektur komputer khusus yang dimodel
berdasar otak manusia.
Analoginya, otak manusia
terdiri dari ratusan milyar(1011) neuron. Output dari neuron akan menjadi input
bagi puluhan neuron lain melalui tali penghubung, sinapsis. komputer jaringan
syaraf tak diprogram seperti komputer digital biasa, namun harus dilatih
pendesainnya. Tak juga seperti pemrograman sistem pakar (expert system) dengan
serangkaian aturan serta basis data(database), jaringan syaraf diprogram untuk
mempelajari tingkah laku yang diinginkan lingkungan. Karena itu, kita dapat
melihat bahwa jaringan syaraf mempunyai kelebihan memecahkan masalah teknis.
Yaitu:
-pertama, jaringan
syaraf tak perlu pemrograman tentang hubungan input dan output.
Melainkan, akan mempelajari sendiri respon yang diinginkan dengan cara
pelatihan. Ini sangat penting guna menghilangkan sebagian besar biaya
pemrograman.
-Kedua, jaringan syaraf
dapat memperbaiki respon dengan belajar. Itu karena jaringan syaraf didesain
untuk mengevaluasi dan beradaptasi terhadap kriteria-kriteria respon yang baru.
Sedangkan
-Ketiga, karena jaringan
syaraf bekerja sebagai penjumlah semua. sinyal input, input tidak harus sama.
Ini artinya, jaringan syaraf akan dapat
mengenali seseorang meski
orang tersebut sudah berbeda dengan saat dikenali
pertama kali. Atau
jaringan syaraf akan mengenali suatu kata, meski kata itu
diucapkan oleh orang yang
berbeda-beda. Semua ini tentunya sangat sulit
dikerjakan oleh teknik
komputer digital biasa.
1.Implementasi
Perkembangan neural
network saat ini, cukup menggembirakan. Jaringan
syaraf, bersama sistem pakar
dan perangkat lunak, ternyata memberikan solusi persoalan dunia industri,
telekomunikasi dan industri dan informasi dengan
berbagai aplikasi masa
kini maupun masa depan.Untuk implementasi neural
network pada
telekomunikasi, diantaranya adalah pemampatan citra, pengolahan
sinyal, pemfilteran derau
dan routing trafik.
2.Pemampatan Citra
Telah dimanfaatkan banyak
orang untuk menghasilkan pengkodean data
citra yang efisien. Nilai
intensitas(gray level) setiap elemen gambar(pixel= picture
element) sebuah citra
diperlihatkan secara khas menggunakan satu byte memori
komputer. Biasanya citra
tersebut terdiri dari kurang 256 x 256 pixel, sehingga
untuk menampilkan sebuah
citra secara digital diperlukan sekitar 65.000 byte
memory.
Untuk menampilkan citra
tersebut tidak hanya memerlukan sejumlah
memori saja, namun juga
masalah pengiriman data citra melalui pita transmisi
yang terbatas seperti pada
saluran telepon. Pemampatan citra mengacu pada
pengubahan data citra ke
bentuk tampilan berbeda yang hanya memerlukan
sedikit memori, namun
bentuk citra asal dapat direkonstruksi kembali. Sistem
menggunakan tiga lapis
jaringan syaraf yang telah dibangun dengan mengatur
peta pengkodean dan peta
rekonstruksi secara parallel. Sistem demikian
diselesaikan dengan
perbandingan pamampatan 8:1.
3.Pengolahan Sinyal
Dalam mengupas sistem
pengolahan sinyal, dilakukan estimasi jaringan
perambatan balik (back
propagation) untuk melakukan prediksi serta permodelan
simulasi. Dalam permodelan
tersebut diperlihatkan bahwa deretan waktu chaotis,
perambatan balik melampaui
metoda polinomial prediktif dan linier konvensional
dengan berbabunyi yang
dimiliki dengan melakukan pendekatan untuk
menghasilkan deret elemen
secara matematis.
4.Pemfilteran Derau
Jaringan syaraf dapat juga
digunakan untuk melakukan pemfilteran derau.
Jaringan ini mampu
mempertahankan struktur lebih baik dan lebih áseksama
dibanding dengan
filter-filter biasa yang hanya mampu menghilangkan derau saja.
5.Routing Trafic
Ini penting untuk sistem
telekomunikasi. Pada routing node to node
konvensional, akan ada
usaha minimalisasi fungsi loss, yakni jumlah total
link/hubungan dan waktu
tunda. Fungsi loss dibuat agar mendasar sebagai trafik
aktual mendekati
kapasitas. Berdasarkan proposional untuk delay rata-rata per
message pada sebuah
hubungan, fungsi loss infinity ternyata lebih sulit dijalankan
komputer.
Dengan kehadiran jaringan
syaraf, routing trafic akan dapat meminimumkan
parameter yang menghambat,
seperti waktu tunda dan banyak hubungan yang
harus dilalui. Untuk
memperkecil delay yang terjadi, jaringan syaraf tidak memakai
algoritma atau tabel
routing seperti pada sistem konvensional. Oleh sebab itu pula
jaringan ini disebut kelas
pengolah informasi non algoritmis. Namun begitu,
jaringan syaraf ini dapat
dikelompokkan sebagai algoritma terdistribusi tanpa
menggunakan tabel-tabel
routing.
Dalam kehidupan
sehari-hari jaringan syaraf tiruan digunakan dalam aplikasi yang berkaitan
dengan hal-hal berikut :
1.Identifikasi dan control
: Kontrol kendaraan, Natural Resources Mangement
2.Pengambil keputusan
dalam video game: Chess, Poker, Backgammon
3.Pengenal Pola : Radar,
Pengenal wajah, Pengenal objek
4.Diagnosa Medis untuk
mendeteksi penyakit kangker
Sumber :
-http://umar-danny.blogspot.co.id/2014/12/materi-kecerdasan-buatan-pdf-ebook.html
-http://catatan-syam.blogspot.co.id/2013/05/jaringan-syaraf-tiruan-artificial.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar